Jakarta - Pemerintah memblokir situs berbagi video YouTube jika film berjudul ‘Fitna’ tidak dibuang dari situs itu. Menurut data di YouTube, film berdurasi 17 menit itu telah diakses hampir satu juta kali.
Sejumlah pro-kontra atas pemblokiran tersebut pun mulai marak, salah satunya di detikINET Forum. Pendapat yang pro dan kontra yang disampaikan pun beragam. Beberapa menyatakan tidak setuju jika YouTube diblokir. Alasannya karena isi YouTube bukan hanya film ‘Fitna’ saja.
“Isi YouTube gak cuma Fitna. Masih banyak isi YouTube yang bagus-bagus. Apa pemerintah gak tau ya, bahwa banyak lagu perjuangan Indonesia dan clip-clip bersejarah bisa kita dapatkan di YouTube. Ngeblokir YouTube sama dengan matiin nyamuk pakai meriam,” kata salah satu anggota detikINET Forum berinisial manzat1609.
Anggota detikINET Forum lain bernama herry869 mengimbau agar pemerintah hanya memblokir kontennya saja, bukan situs YouTube-nya. Menurutnya, di situs YouTube juga banyak konten yang bagus-bagus.
Di lain sisi, anggota detikINET Forum berinisial satria 11 menyatakan sepakat dengan tindakan pemerintah untuk memblokir YouTube. “Saya sangat setuju sekali dengan keputusan pemerintah dan para ISP yg mendukungnya. Memang isi YouTube bukan hanya FITNA saja, tetapi jika kita hanya diam dengan ‘yang salah satu ini’ maka besok bukan hal yang tidak mungkin hal yang satu ini akan semakin banyak yang mengikutinya,” paparnya. (detiknet.com)
No comments:
Post a Comment