Menurut Dave McNally dan Karl Speak dalam karyanya Ber Your Own Brand merek atau identitas berwujud pada individu, organisasi, komunitas, partai, kota, pulau bahkan negara sekalipun. Menurut salah seorang pakar marketing, memiliki sebuah nama untuk usaha adalah langkah awal yang bijak. Bahkan ada pengusaha yang mengatakan ”Jeneng dulu, baru Jenang” (nama dulu baru produknya).
Usahakan produk Anda memiliki Identitas. Rodney Overton dalam bukunya
Are you an Entrepreuneur menjelaskan, berbekal merek berarti Anda telah mengumandangkan suatu identitas yang unik kepada pelanggan. Dimana konsumen dapat mengurangi resiko, mudah mencari dan membedakan produk Anda dengan kompetitor.
Penggunaan merek sangat berpengaruh dalam sebuah usaha, karena merek memiliki korelasi terhadap penjualan. Contohnya, ketika saya mengajak anak saya makan di sebuah restoran siap saji. Anak saya langsung protes ”
Papa, dede gak mau makan disini, dede mau makan ke McD aja (Mc Donald)”. Saya dan Istri langsung perpandangan mendengar komentar merek anak saya yang belum genap 3 tahun.
Bayangkan anak kecil saja sudah bisa mengenal merek.
Sebenarnya banyak sekali kiat dalam menciptakan merek atau identitas, namun dalam membuat sebuah merk sebaiknya Anda memperhatikan hal berikut :
1. Patuhi S&W,
Sebuah merek hendaknya mudah diucapkan dan mudah ditulis (Speakable and Writable). Merk adalah milik publik, buatlah semudah mungkin agar orang dapat membaca dan mengejanya. Ada yang mengatakan "buatlah merek hanya dengan dua suku kata" Selain mudah diingat, identitas itu relatif mudah untuk di ucapkan dan ditulis.
2.
Jangan menggunakan merek dengan angka, ketika pertama kali saya membuka outlet di bandung, rekan saya dari Jakarta berkunjung ke Bandung dan ingin makan di Rehot Burger. Dia menelpon saya dan menanyakan dimana letak Rehot Burger. Saya katakan disebelah "eigthin park" (tertulis:
18th park) dia Bingung dan saya mengucapkannya lebih dari tiga kali, tetapi setelah saya katakan "delapan belas park" atau "
taman 18" baru dia mengerti. Bayangkan kalau sahabat saya dari suku tertentu. Saya harus menjelaskan merk tersebut dengan bahasa daerah mereka.
3.
Buatlah merk memiliki makna, Xerox identik dengan xeroxgraphy (teknologi fotocopy), Lexus identik dengan luxurius (mewah), vegeta mengadaptasi dari vegetable (kaya akan serat), So klin (benar benar bersih) dan lain lain. Semua merk diatas memiliki makna, tetapi kita juga bisa memilih merk sesuai dengan produk atau identitas yang melekat pada diri kita.
4.
Bentuk logo atau tulisan merek mudah lihat dan dibaca, saya pernah melihat ada sebuah papan nama yang tercantum sebuah merek yang sulit saya baca karena menggunakan font aneh. Lebih parah lagi perpaduan warnanya sangat mengecoh. Seolah olah kita tidak boleh mengetahui merknya. Bayangkan saja, mereknya saja sangat sulit dibaca, bagaimana kita mengetahui apa produk yang akan dijual. Jadi dalam membuat logo sebaiknya memperhatikan pada public attention.
Hal lain yang menarik adalah merk unik, seperti yang dilakukan oleh French Connection United Kingdom. Mereka menjual produknya dengan merek "FCUK", plesetan dari kata yang popouler, F**K. Hasilnya T-shirt mereka laris terjual. Plesetan merek ternyata bisa dijadikan trik bisnis yang mujarab. DASAR!
Rehot Giving